liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
5 Tradisi Maulud Terkenal di Berbagai Daerah Indonesia

Tradisi Maulud atau mauludan bertujuan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini selalu dilaksanakan setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijrah. Maulid atau Milad dalam bahasa Arab berarti kelahiran.

Pada dasarnya tradisi Maulid Nabi tidak hanya sekedar pengingat sejarah bagi umat Islam. Namun juga sebagai pengingat bagi umat Islam dengan sosok Nabi Muhammad SAW yang menjadi inspirasi bagi seorang muslim.

Di Indonesia, umat Islam merayakan Maulid Nabi dengan berbagai cara. Ragam perayaan umumnya didasarkan pada adat dan tradisi setempat. Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW mulai berkembang sejak zaman Wali Songo. Perayaan ini bertujuan untuk menarik orang untuk memeluk Islam. Hingga akhirnya tradisi tersebut berkembang hingga saat ini.

Dilansir dari website Kemdikbud.go.id, ada berbagai tradisi unik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

1. Grebeg Maulud, Yogyakarta

Festival adat ini sudah ada sejak zaman kesultanan Mataram. Kata “Gerebeg” berarti mengikuti. Secara terminologi berarti mengikuti sultan dan pembesar-pembesar keluar keraton menuju masjid untuk ikut memeriahkan perayaan Maulid Nabi lengkap dengan barang-barang upacara, seperti nasi gunung dan sebagainya.

Pada puncak acara memperingati Tradisi Maulud diadakan upacara Grebeg Maulud yaitu iringan gunung yang akan dibawa ke Masjidil Haram. Di sana, doa dan persembahan ritual diadakan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Sebagian dari gunung tersebut akan dibagikan kepada masyarakat dengan cara dilombakan.

2. Jimat Panjang, Cirebon

Panjang Jimat merupakan tradisi memperingati Maulid Nabi yang dilakukan oleh Keraton Cirebon. Upacara tersebut akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah. Selain itu, peringatan ini juga digelar di makam Sunan Gunung Jati. Makam itu juga akan dipenuhi orang-orang yang sengaja ingin menghabiskan waktu di malam maulid Nabi Muhammad.

3. Walima, Gorontalo

Tradisi Maulud dari Gorontalo ini dikenal dengan nama Walima, yang juga merupakan tradisi lama pada zaman kerajaan-kerajaan Islam. Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi Walima diperkirakan sudah ada sejak Gorontalo mengenal Islam. Sampai saat ini tradisi Walima masih terjaga dengan baik. Bahkan, setiap masjid di seluruh Gorontalo masih menjalankan tradisi ini.

Dalam tradisi Maulud ini, umat Islam menyiapkan manisan tradisional seperti kolengi, curuti, buludeli, wapili, dan pisang yang ditata sedemikian rupa dan diarak dari rumah ke masjid. Setiap kali hajatan ini digelar, ratusan warga akan berkumpul dan menunggu di masjid. Mereka siap berebut kue walima yang disiapkan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Permen yang dilombakan atau dibagikan kepada masyarakat diharapkan membawa keberkahan.

4. Bungo Lado, Pariaman

Tradisi Maulud di Padang Pariaman, Sumatera Barat ini diberi nama Bungo Lado yang berarti kembang cabai. Bungo Lado adalah pohon hias dengan daun uang yang biasa disebut pohon uang. Uang kertas berbagai denominasi ini kemudian akan ditempelkan pada dahan pohon yang dihias dengan kertas dekoratif.

Tradisi ini menjadi kesempatan bagi warga dan pendatang untuk berkontribusi dalam pembangunan rumah ibadah di daerah tersebut. Uang yang terkumpul akan disumbangkan untuk pembangunan sinagoge. Biasanya tradisi Maulid Nabi digelar secara bergantian di beberapa daerah.
Tentunya sumbangsih Bungo Ladi ini merupakan simbol rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya.

5. Muludhen, Madura

Tradisi Maulud lainnya adalah Muludhen yang sering diselenggarakan oleh masyarakat Pulau Madura, Jawa Timur. Acara ini biasanya diisi dengan pembacaan biografi Nabi (barzanji) dan ceramah agama yang juga menceritakan tentang kebaikan Nabi semasa hidupnya. Tepatnya pada 12 Rabiul Awal, banyak yang akan mengunjungi masjid tersebut untuk merayakan Maulid Agung. Saat merayakan, wanita biasanya akan membawa piring berisi tumpeng, dikelilingi berbagai buah-buahan, ditusuk dengan lidi dan ditempelkan.