liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
7 Contoh Tarian Sunda Populer

Secara umum masyarakat Sunda mengakui bahwa banyak sekali jenis tarian yang berkembang sejak zaman dahulu. Keanekaragaman kesenian Sunda khususnya seni tari masih hidup dan sehat hingga saat ini.

Bahkan dalam beberapa kesempatan tarian adat sunda sering dipentaskan untuk acara-acara nasional Indonesia. Banyak yang senang bahkan terpana dengan penampilan tari sunda, dengan lekukan tangan yang gemulai, diiringi dengan goyangan tubuh penari yang berirama, membuat tari sunda semakin memukau penontonnya.

Uniknya, seni tari Sunda banyak mengandung pesan dan cerita, mulai dari cerita rakyat, kerajaan hingga pesan perdamaian untuk seluruh nusantara. Dikutip dari laman Budaya.kemdikbud.go.id, setiap tarian adat Sunda memiliki ciri gerak tersendiri dan menggunakan peralatan yang berbeda. Maka tak heran jika tarian sunda semakin populer disini, semakin banyak pengikutnya. Berikut adalah tujuh contoh tarian sunda.

1. Tari Jaipong

Tari Jaipong merupakan tarian populer dari Jawa Barat. Tari jaipong kini digunakan sebagai tarian penyambutan tamu yang berkunjung ke Jawa Barat. Tari Jaipong diciptakan oleh seorang seniman bernama Gugun Gumilar sekitar tahun 1960-an.

Tarian ini terinspirasi dari kesenian rakyat Jawa Barat, seperti Ketuk Tilu, Kliningan, dan Ronggeng. Gerakan tari tradisional ini memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan tarian daerah lainnya.

Tari Jaipong cenderung cepat dan energik. Gerakan Tari Jaipong terdiri dari beberapa bagian yaitu Pembukaan untuk memulai tarian, Pencukan berupa gerakan tempo cepat, Ngala berupa gerakan patah-patah, kemudian Mincid untuk berpindah dari satu gerakan ke gerakan lainnya.

2. Tarian Tiga Ketukan

Tari Ketuk Tilu merupakan salah satu tarian tradisional dari Jawa Barat yang dipentaskan di banyak acara, seperti pernikahan, acara hiburan penutup, dan lain sebagainya. Tari Ketuk Tiga awalnya merupakan tarian untuk upacara adat menyambut musim panen. Tarian ini dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada dewi padi dalam kepercayaan Sunda, Dewi Sriwedari.

Dahulu, Three Tap Dance dilakukan pada malam hari. Seorang gadis akan diarak ke tempat yang luas diiringi suara alat musik tradisional. Namun kini Three Tap Dance sudah menjadi hiburan masyarakat.

Ketuk Tilu sendiri diambil dari alat musik yang mengeluarkan tiga bunyi yaitu rebab, gendang dan kulanter.

3. Tari Topeng

Sejarah atau asal muasal tari topeng sebenarnya berasal dari Cirebon yaitu pada abad ke-19 tahun 1930. Konon pada saat itu muncul grup tari topeng dengan tokoh wayang wong dan dalang bernama koncer dan wetan. Disebut tari topeng karena pada saat dibawakan penarinya menggunakan topeng khas masyarakat sunda.

Tari topeng biasanya dipentaskan pada acara pernikahan, khitanan, pentas seni, dan acara lainnya. Oleh karena itu, tari topeng berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu. Namun, terkadang tari topeng juga dipentaskan bukan untuk menyambut tamu.

4. Tari Wayang

Tari wayang adalah tarian tradisional yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Tarian ini dikelompokkan menjadi 3 kategori seperti Tari Solo, Tari Pasangan, dan Tari Massal. Tarian ini juga memiliki tingkatan atau jenis karakter yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Tokoh penari putri terdiri dari Putri Lugguh sebagai tokoh Subadra, kemudian Arimbi dan Ladak untuk tokoh Srikandi. Dahulu, tari wayang dikenal masyarakat pada masa Kesultanan Cirebon pada abad ke-16 oleh Syekh Syarif Hidayatullah.

Dari sinilah diwariskan secara turun-temurun dan disebarkan oleh para seniman keliling yang datang ke daerah Sumedang, Garut, Bogor, Bandung dan Tasikmalaya.

5. Tari Merak

Tarian adat Jawa Barat ini, gerakan dan pakaiannya hampir seperti burung merak yang membuka ekornya yang indah ketika ingin menarik perhatian lawan jenis. Tarian ini bisa dikatakan merupakan tarian yang terinspirasi dari burung merak.

Tjetje Somantri adalah orang yang menciptakan tarian Merak. Perlahan, pasti tarian ini mulai dikenal di dalam maupun luar negeri. Pada umumnya pertunjukan tari ini terdiri dari tiga penari atau lebih.

6. Tari Ronggeng Bugis

Kota Cirebon merupakan asal muasal tari Ronggeng Bugis. Dalam pertunjukannya, penari Ronggeng Bugis akan berpakaian dan menari layaknya wanita. Umumnya tarian ini terdiri dari 12 sampai 20 orang.

Meski berpakaian wanita, riasan wajah penari tidak seperti wanita cantik pada umumnya atau cenderung mirip badut. Hal inilah yang meningkatkan daya tarik penonton hingga membuat penonton tertawa.

Sejarah mengungkapkan bahwa tari Ronggeng Bugis pada awalnya digunakan untuk memata-matai Kerajaan Pajajaran. Saat itu, menjadi mata-mata pemerintah dikenal sebagai “mata-mata sandi”. Telik Sandi adalah nama lain dari tarian Ronggeng Bugis.

7. Tari Samping

Tari Sampiung merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat yang diiringi oleh alat musik trawangan saat dibawakan. Tarian ini tidak hanya dipentaskan pada upacara adat, tarian ini juga bisa dipentaskan pada hari-hari besar nasional.

Disebut tari pengiring karena waditra yang mengiringinya adalah tarawangsa. Tarawangsa adalah alat musik yang sangat mirip dengan rebab. Tarian ini memiliki nama lain yang diambil dari suara tarawangsa yaitu ngekngek.