liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
7 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Gorontalo

Gorontalo adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi. Kota yang mendapat julukan “Pintu Gerbang Madinah” ini kaya akan budaya dengan berbagai suku dan etnis. Selain itu, kawasan ini juga akan terkenal dengan sajian kulinernya yang unik.

Ada berbagai jenis makanan dan kerajinan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Gorontalo. Berkunjung ke Gorontalo belum lengkap tanpa membawa oleh-oleh untuk keluarga dan teman.

Ada banyak pilihan oleh-oleh khas Gorontalo seperti makanan ringan, oleh-oleh, kerajinan tangan, dll. Agar tidak salah pilih, berikut 7 rekomendasi oleh-oleh khas Gorontalo yang siap dibawa pulang.

1. Tidak peduli

Sekilas jajanan duduli masih mirip dengan dodol jawa. Namun jajanan ini memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan dodol Jawa yaitu dibungkus menggunakan daun woka.

Duduli adalah pewarna coklat yang terbuat dari beras ketan, gula merah dan santan. Kemudian diaduk hingga 9 jam dan didinginkan selama 12 jam sebelum dikemas. Duduli biasanya disajikan pada hari raya Idul Fitri bersama dengan makanan lainnya.

Jajanan ini merupakan simbol persahabatan yang melambangkan “selamat datang” dan “selamat tinggal” bagi masyarakat Gorontalo. Jajanan ini bisa Anda dapatkan dengan mudah, karena hampir semua toko oleh-oleh di Gorontalo menjual Duduli.

2. Kain karawo

Kain karawo merupakan salah satu oleh-oleh khas Gorontalo. Kain ini merupakan warisan yang masih eksis hingga kini bahkan sudah menembus pasar internasional.

Kain karawo memiliki motif unik di atasnya. Motif kain karawo melambangkan tiga hal, yaitu pengait (kaita), pembongkaran (wo’ala) dan rantai (rantheya). Kata karawo yang digunakan pada kain ini berasal dari bahasa Gorontalo yang berarti “bordir tangan”. Teknik bordir manual yang digunakan pada kain karawo telah diwariskan secara turun temurun.

Karena dibuat dengan tangan, tidak heran jika kain ini membutuhkan waktu lama untuk membuatnya dan harganya cukup mahal. Anda bisa mendapatkan kain karawo dalam bentuk lembaran maupun dalam bentuk baju, songket, dan masih banyak lagi.

3. Kue Karawo

Sama seperti kain karawo, kuih karawo merupakan jajanan yang memiliki motif unik. Biasanya hiasan yang digunakan pada kue ini bergambar bunga. Membuat kue ini tidak sembarangan, karena Anda harus memiliki keterampilan kerajinan tangan yang baik untuk menghias kue.

Kuih Karawo terbuat dari campuran tepung terigu, mentega, gula, telur, susu, vanili dan tepung maizena. Setelah dipanggang dan didinginkan, kue kemudian dicat dengan motif. Bentuk kue yang paling umum berbentuk bulat atau hati. Untuk mendapatkannya pun tidak sulit, karena kuih karawo banyak dijual di toko souvenir atau pasar sentral kota/kabupaten di Gorontalo.

4.Pia Gorontalo

Tidak hanya Jogja yang memiliki bakpia, Gorontalo juga memiliki pia khasnya sendiri. Pia Gorontalo berukuran lebih besar dari Bakpia Jogja dengan tekstur yang lebih kering.

Anda akan merasakan sensasi lembut dan cair di mulut saat mencicipi pia ini. Selain itu masih banyak varian rasa lainnya seperti kacang hijau, coklat, keju, bahkan durian.

Makanan ini menjadi oleh-oleh khas Gorontalo karena menjadi pilihan banyak wisatawan dan traveller. Padahal, banyak brand ternama yang cocok untuk berburu seperti Saronde, Extra, dan Cemerlang.

5. Kopi Pinogu

Jenis kopi Pinogu ini hanya tumbuh di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Kopi Pinogu sudah dibudidayakan sejak tahun 1875 dan menjadi kopi favorit Ratu Wilhelmina.

Kopi ini tergolong kopi organik dengan campuran kopi Robusta dan kopi Lierika. Diolah tanpa menggunakan pestisida, kopi pinogu memiliki rasa yang sangat nikmat dan kualitas original dibandingkan dengan kopi lainnya.

Rasa kopi pinogu tidak pahit dengan aroma yang sedap dan tingkat keasaman yang sedang, sehingga kopi ini tidak berbahaya bagi penderita penyakit lambung. Kopi khas daerah Pinogu ini sangat mudah ditemui di toko souvenir dan pasar tradisional.

6. Ilabulo

Ilabulo merupakan makanan khas Gorontalo yang memiliki makna filosofis “totombowata” yang berarti persatuan atau perdamaian. Dinamakan demikian karena saat membuka makanan ini kita akan melihat berbagai bahan makanan yang dicampur.

Terbuat dari tepung sagu dengan campuran telur, empedu dan daging ayam, makanan Gorontalo ini rasanya beda dari yang lain. Sebelum disajikan, makanan yang dibungkus daun pisang akan dibakar seperti sate.

Memiliki cita rasa pedas yang nikmat dengan aroma smoky yang khas, membuat ilabulo cocok dijadikan oleh-oleh. Ilabulo sangat mudah didapat karena banyak orang menjualnya hampir di setiap pinggir jalan.

7. Salin Keranjang

Dalam bahasa Gorontalo, Keranjang Kopiah disebut “Upiya Karanji”. Kopiah bakul identik dengan suku Gorontalo yang berfungsi sebagai aksesoris pakaian.

Berbentuk seperti topi, topi keranjang terbuat dari kulit pohon Mintu (sejenis rotan) yang tersebar luas di semenanjung Gorontalo. Keranjang topi memiliki bentuk yang unik dan sederhana, namun tetap nyaman digunakan karena memiliki sirkulasi udara yang baik.

Kopiah bakul menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2019. Kerajinan ini juga semakin populer sejak digunakan oleh presiden ke-4 Abdurrahman Wahid dan presiden ke-7 Joko Widodo saat berkunjung ke Gorontalo.