liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dikritik Ahok, Apa Alasan IBC Rencana Beli Mobil Listrik Jerman?

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengecam keras rencana Indonesian Battery Corporation (IBC) membeli perusahaan mobil listrik Jerman. Namun, IBC mengatakan akan terus mencari mitra strategis di dalam dan luar negeri untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

Ahok adalah komisaris utama PT Pertamina dan perusahaan milik negara itu memiliki 25% saham di IBC. Sebelumnya, Ahok mengatakan pembelian perusahaan mobil listrik Jerman StreetScooter tidak bisa dilakukan karena hasil uji tuntas yang dilakukan menyebut akuisisi itu tidak tepat.

Menanggapi pendapat Ahok, Corporate Secretary IBC Muhammad Sabik mengatakan IBC menghargai pendapat siapapun terkait rencana bisnis IBC.

“IBC menghormati pendapat, arahan, saran bahkan kritik dari pihak manapun, termasuk Bapak BTP (Ahok) selaku Komisaris Utama Pertamina sebagai salah satu pemegang saham IBC,” kata Sabik kepada Katadata, Jumat (26/11). .

Sabik menambahkan, KPI saat ini sedang melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek rencana tersebut. Sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), IBC akan melakukan pengembangan bisnis baik EV Battery (EVB) dan EV (Electric Vehicle) Ecosystems.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik ini menjadi salah satu kunci untuk mendukung program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.

“Salah satu upaya yang dilakukan IBC dalam mengembangkan industri EV adalah dengan mengembangkan portofolio bisnis untuk mendapatkan knowledge dan transfer knowledge serta mitra strategis yang memiliki kompetensi dalam mengembangkan EVs,” ujar Sabik.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KPI saat ini sedang menjajaki kemungkinan untuk menemukan mitra yang dapat mendukung upaya KPI untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. “Mitra strategis semacam ini tentu saja bisa berasal dari dalam maupun luar negeri,” kata Sabik.

Sebagai informasi, rencana anak usaha PT Pertamina, Pertamina Power Indonesia (PPI), mengakuisisi pabrik mobil listrik dari Jerman mendapat kecaman dari Ahok. Dia menilai, akuisisi tersebut tidak memiliki dasar valuasi yang kuat untuk direalisasikan.

Ahok berpesan kepada Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dalam proses akuisisi. “Harus presisi dan GCG untuk membangun ekosistem mobil listrik dan kenal partner,” kata Ahok kepada Katadata.co.id, Rabu (24/11).

Pertamina telah mengajukan proposal akuisisi pabrik mobil listrik StreetScooter kepada Dewan Komisaris.

“Narasinya gimana? Harus beli mobil listrik di Jerman? Biar bisa masuk pasar Amerika dan China, itu yang saya bilang hati-hati,” ucapnya seperti dikutip dari kanal YouTube miliknya.

Ahok menilai jika tujuan akuisisi adalah untuk memperluas pasar di Amerika dan China, maka rencana ini sangat tidak masuk akal.

Saat ini pasar di Amerika Serikat telah dikuasai oleh Tesla. Sedangkan di China ada Wuling Motors.