liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Banten, BMKG Sebut karena Patahan Lempeng

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 5,5 mengguncang wilayah Banten pada Minggu (9/10) pukul 17.02 WIB.

BMKG menjelaskan melalui akun Twitternya, pusat gempa berada di koordinat 7,09 derajat Lintang Selatan dan 106,08 derajat Bujur Timur, sekitar 26 kilometer barat daya Bayah, Banten dengan kedalaman 12 kilometer. Titik gempa juga sekitar 36 kilometer tenggara Muarabinuangeun – Banten.

Sedangkan untuk arah barat daya berjarak 53 kilometer dari Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat, 109 kilometer dari Serang-Banten, dan 131 kilometer dari DKI Jakarta. Dalam keterangannya, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, mengutip akun Twitter @DaryonoBMKG milik Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa diduga dipicu oleh deformasi/retakan pada lempengan, di zona transisi Megathrust-Benioff.

Gempa BMKG (Katadata)

“Gempa ini diduga merupakan gempa intra-slab,” kata Daryono, Minggu (9/10).

Intraslab artinya sumber gempa berada di dalam zona subduksi. Gempa intraslab biasanya disebabkan oleh subduksi lempeng samudera yang pecah, retak atau pecah. Salah satunya, disebabkan oleh proses dehidrasi batuan di dalam bumi.

Melansir laman Geologi.co.id, gempa intraslab memiliki karakteristik getaran yang merata dan lokasi sumber yang relatif dalam, tanpa berpotensi menimbulkan tsunami. Selain itu, gempa intraslab cenderung tidak diikuti oleh gempa susulan.