liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
IBC Gandeng Indika dan Foxconn Bangun Ekosistem Mobil Listrik Rp114 T

Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc, PT Indonesia Battery Industry (IBC), dan PT Indika Energy Tbk., menandatangani komitmen kerja sama untuk membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia dengan total investasi US$ 8 miliar (setara dengan Rp .114 triliun).

Kerjasama ini terkait dengan investasi pengembangan ekosistem energi baru yang berkelanjutan melalui investasi baterai listrik, kendaraan listrik dan industri pendukungnya dalam skema kerjasama Build-Operate-Settlement (BOL). Kerja sama tersebut juga ditandatangani oleh Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta dan Taipei, Taiwan secara virtual, Jumat (21/1).

Melalui nota kesepahaman tersebut, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia, mulai dari pembuatan baterai listrik (termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai), hingga pengembangannya. dari industri kendaraan roda listrik. kendaraan listrik roda empat, roda dua, dan bus listrik (E-Bus).

Lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri pendukung EV yang meliputi sistem penyimpanan energi (ESS), battery exchange/swap station, baterai daur ulang, serta penelitian dan pengembangan (R&D) di bidang listrik dan baterai EV.

Seluruh proyek diharapkan menghasilkan kapitalisasi pasar lebih dari US$100 miliar di Indonesia pada tahun 2030.

Menteri Penanaman Modal/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, penandatanganan MoU tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan di Taiwan pada Oktober 2021. Saat itu, Foxconn dan Gogoro tertarik untuk mengembangkan industri baterai dan kendaraan listrik di Indonesia.

“Hari ini kita memasuki era baru. Pemerintah Indonesia akan serius mengawal rencana investasi ini, dengan mitra BUMN dan pengusaha nasional di Indonesia. Di bawah Presiden Joko Widodo periode kedua, Indonesia sangat fokus untuk mendorong investasi yang berkelanjutan, terutama memprioritaskan energi hijau dan industri hijau,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Bahlil mengatakan akan mengawal komitmen investasi, termasuk memastikan kelancaran pelaksanaan investasi di perusahaan asal Taiwan tersebut. Pemerintah akan menangani semua perizinan, atau urusan dalam negeri, termasuk insentif investasi. “Foxconn dan Gogoro hanya perlu menghadirkan teknologi, modal, dan sebagian pasar. Saya yakin hari ini investasi ini dapat dilaksanakan untuk kemajuan dan kebangkitan bersama,” kata Bahlil.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kerja sama investasi ini akan mendukung komitmen pemerintah Indonesia terhadap Glasgow Climate Agreement yang ditandatangani pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (COP26) ke-26 tahun lalu.

Indonesia berkomitmen mencapai nol emisi karbon pada 2060 dan meninggalkan penggunaan batu bara sebagai sumber energi pada 2040. Erick juga memuji skema investasi berupa BOL.

“Skema ini tidak hanya akan membawa investasi dan multiplier effect kepada UKM dan perusahaan lokal, tetapi juga akan meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia melalui penelitian dan pengembangan (R&D) serta transfer pengetahuan dan teknologi untuk kendaraan listrik,” ujar Erick.

Sementara itu, Chairman Foxconn Liu Young-Way mengapresiasi komitmen Indonesia terhadap masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Baginya, tidak ada waktu yang lebih tepat bagi Foxconn untuk mulai berinvestasi di Indonesia.

“Kami ingin berkontribusi pada visi Indonesia untuk mengembangkan ekosistem energi baru untuk EV lokal mereka dan pasar energi terkait. Kami berharap dapat berbagi platform terbuka untuk kendaraan listrik (MIH) dan model bisnis BOL dengan perusahaan lokal Indonesia,” kata Liu.

Ia juga berharap dengan berbagi teknologi dan pengalaman, Foxconn dapat membantu menciptakan lebih banyak peluang bagi perusahaan lokal di pasar energi dan EV baru.

Lebih lanjut, MoU tersebut juga menunjukkan komitmen Gogoro terhadap inisiatif transportasi berkelanjutan dan dukungan untuk pengembangan ekosistem transportasi di Indonesia melalui kemitraan dengan beberapa perusahaan Indonesia dan global.

MoU ini melengkapi proyek percontohan kendaraan roda dua Gogoro dengan Electrum, perusahaan patungan dengan Gojek di Jakarta, yang diluncurkan pada Desember 2021.

Chief Executive Officer Gogoro Inc, Horace Luke mengatakan, penandatanganan ini menandai era baru komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam hal keberlanjutan. Sebuah era yang mendukung ekosistem terbuka yang memberikan Indonesia pilihan transportasi yang lebih baik dan lebih bersih.

Kolaborasi antara Gogoro, Foxconn, IBC, dan Indika akan menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang memungkinkan industri EV yang sehat, termasuk sel energi, industri baterai, kendaraan listrik, dan infrastruktur pertukaran baterai yang ramah pengguna.