liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kemenperin Godok Aturan untuk Dorong Produksi Otomotif Rendah Karbon

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mendorong pengembangan industri hijau di sektor otomotif. Salah satu strategi yang diusulkan adalah percepatan penerapan teknologi Industri 4.0 dan pengembangan kendaraan listrik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penerapan teknologi industri 4.0 akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan mengurangi limbah produksi industri.

“(Penerapan teknologi industri 4.0) akan menyesuaikan penggunaan (pelaku) industri dengan sumber daya sehingga dapat mempercepat penerapan industri hijau,” kata Agus dalam jumpa pers virtual, Selasa (8/2).

Selain penerapan teknologi Industri 4.0, Agus menyatakan akan mendorong industri kendaraan listrik. Menurutnya, kendaraan listrik pada dasarnya juga mengurangi limbah dari proses produksi.

Salah satu cara yang dipilih untuk mendorong percepatan industri kendaraan listrik adalah dengan menerbitkan peraturan mobilitas hijau. Regulasi ini kemudian akan mendorong produsen untuk memproduksi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Agus mengatakan, penggunaan aturan tersebut tidak hanya terbatas pada kendaraan pribadi, tetapi juga semua jenis kendaraan.

Namun, mantan Menteri Sosial itu tidak merinci aturan mobilitas hijau tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Jongkie D. Sugiarto mengatakan, saat ini seluruh agen penjualan mobil (APM) telah memproduksi mobil ramah lingkungan.

Hal ini sebagai akibat dari dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 74-2021 Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Aturan ini berlaku sejak 16 Oktober 2021.

Peraturan tersebut mengatur insentif bagi industri otomotif berupa pengurangan PPnBM sesuai nilai emisi kendaraan.

“Langkah selanjutnya APM kemungkinan akan menuju kendaraan bermotor dengan teknologi hybrid, plug-in hybrid atau kendaraan elektronik baterai,” kata Jongkie kepada Katadata, Selasa (8/2).

Jongkie belum memastikan efektivitas aturan diskon PPnBM berdasarkan emisi karbon yang mempengaruhi produksi jenis kendaraan tertentu, termasuk yang lebih ramah lingkungan.

Selanjutnya, insentif PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) untuk kendaraan bermotor masih berlaku hingga 2022.

Namun, Jongkie menilai PP No. 74-2021 tetap akan membuat kendaraan ramah lingkungan semakin diminati konsumen.

Sebagai contoh, sebagai pemimpin pasar mobil nasional, PT Toyota Astra Motor berhasil menjual hingga 52.367 unit mobil LCGC, Agya dan Calya pada tahun ini, atau meningkat 43,88% dari realisasi tahun 2020 sebanyak 36.394 unit.

Sebagai informasi, insentif PPnBM ditanggung pemerintah yang akan dilaksanakan tahun ini akan dibagi menjadi dua bagian.

Peraturan tersebut mengatur insentif untuk mobil murah ramah lingkungan (LCGC) dan mobil di kisaran harga Rp 200 juta hingga Rp 250 juta.

Untuk mobil LCGC, insentif PPnBM DTP akan dibagi menjadi tiga periode, yakni 100% pada triwulan I 2022, 66% pada triwulan II 2022, dan 33% pada triwulan III 2022. Pengguna akan membayar PPnBM seperti biasa mulai pada awal kuartal keempat tahun 2022.

Sedangkan PPnBM yang dikenakan pada mobil LCGC tahun ini sebesar 3%.

Dengan kata lain, pengguna baru akan membayar PPnBM pada triwulan II tahun 2022 sebesar 1%, triwulan III tahun 2022 sebesar 2%, dan triwulan IV tahun 2022 akan membayar seperti biasa.

Reporter: Andi M. Arief