liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kemenperin Usul PPnBM 0% Permanen untuk Mobil Rakyat, Apa Kriterianya?

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan agar diberikan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100% secara permanen kepada mobil yang termasuk dalam kategori mobil rakyat.

Untuk yang termasuk dalam kategori mobil rakyat, yang memiliki harga tidak melebihi Rp 240 juta, kapasitas kendaraan maksimal 1.500 cc, dan memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80%.

“Saya usulkan ke Menkeu untuk ditindaklanjuti, agar nanti tidak ada PPnBM mobil rakyat,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara ‘Konferensi Pers Kinerja Sektor Industri 2021 & Outlook 2022’, Rabu (29/ 29/2018 ). 12).

Pemberlakuan PPnBM 0% terhadap mobil rakyat diharapkan akan semakin mendukung industri otomotif dalam negeri serta mendorong tumbuhnya industri lain, khususnya yang terkait dengan komponen mobil.

Agus mengatakan sektor otomotif berperan sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dikatakannya, pentingnya sektor otomotif bagi perekonomian suatu negara tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain seperti Jepang.

Sebagai informasi, Pemerintah memberikan insentif diskon PPnBM 100% untuk pembelian kendaraan roda empat berkapasitas silinder mesin kurang dari 1.500 cc hingga Desember 2021.

Selain itu, insentif potongan PPnBM sebesar 25% hingga 50% untuk kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas silinder mesin antara 1.501 cc hingga 2.500 cc.

Anggaran untuk insentif ini mencapai Rp 2,27 triliun dan sejauh ini sudah terserap Rp 1,37 triliun yang dinikmati enam produsen kendaraan bermotor.

Sebelumnya, Ketua Umum Konfederasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengatakan, kebijakan diskon PPnBM berperan penting dalam mempercepat kebangkitan industri otomotif Indonesia.

Sementara itu, pencapaian peningkatan yang cukup signifikan dialami oleh kendaraan yang mendapatkan kebijakan PPnBM yaitu sebanyak 36 model kendaraan.

Kendaraan ini diproduksi di Indonesia dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) melebihi 68%.

“Melalui kebijakan diskon PPnBM ini merupakan stimulus yang cukup baik bagi penjualan kendaraan di Indonesia,” ujar Yohanes awal November lalu (11/11).

Pada November, penjualan mobil tercatat sebanyak 87.435 unit, naik 15,7% dibandingkan Oktober (75.554 unit).

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penjualan mobil di bulan November meningkat sebesar 62,4%. Peningkatan penjualan mobil di bulan November mengakhiri tren lambat yang terjadi di bulan September dan Oktober.

Secara keseluruhan, penjualan mobil selama Januari-November mencapai 790.524 unit, naik 66,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (474.900 unit).

Penjualan mobil jauh melampaui total tahun 2020 yang mencapai 532.407 unit.

Awal Desember lalu, Agus Gumiwang juga berjanji akan memperjuangkan pemberian PPnBM tetap 0% untuk kendaraan dengan TKDN 80%.

Ia mengatakan, dengan memberikan PPnBM 0% untuk kendaraan bermotor sepanjang 2021, penjualan otomotif dengan kandungan lokal minimal 60% akan meningkat menjadi 64%.

Beberapa mobil baru yang dirilis di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) November lalu dijual dengan harga di bawah Rp 240 juta.

Diantaranya Daihatsu meluncurkan All New Xenia dan Honda Brio Satya.