liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Mengenal Tradisi Tatung, Pertunjukan Pawai Ekstrem dari Singkawan

Tradisi Tatung merupakan salah satu tradisi langka yang berkembang di wilayah Kota Singkawang. Tradisi Tatung atau yang sering disebut dengan Pawai Tatung merupakan tradisi tindik badan.

Tradisi tindik badan ini biasanya diadakan menjelang hari ke-15 Festival Cap Go Meh setelah Tahun Baru Imlek.

Tradisi Tatung dianggap ekstrim karena menampilkan atraksi menusuk tubuh dengan benda tajam. Tradisi Tatung dimeriahkan dengan Tatung, yaitu sebutan bagi orang yang memasukkan benda tajam ke dalam tubuhnya.

Dalam bahasa Hakka, Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Dengan menggunakan mantra dan mudra tertentu, roh dewa dipanggil dan kemudian masuk ke dalam tubuh orang yang dituju.

Perayaan Adat Tatung merupakan salah satu pertunjukan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Singkawang ketika perayaan Cap Go Meh tiba. Dalam pertunjukan ini, tatung sudah tidak sadar lagi.

Mereka dirasuki roh dan kemudian memanifestasikan kesaktiannya dalam bentuk kebal terhadap benda tajam. Mengenakan pakaian khas Tionghoa, tubuh tatung hingga ke pipi ditusuk dengan benda tajam lalu berjalan mengitari jalanan Kota Seribu Kelenteng.

Saat Tatung ditusuk dengan benda tajam, tidak ada Tatung yang terluka. Mereka memiliki kekebalan sendiri seperti pertunjukan debu. Mulai dari pedang, besi, paku, kawat, hingga pisau yang ditembakkan ke mayat tatung saat acara Tradisi Tatung ini.

Pelopor Kehadiran Tradisi Tatung di Singkawang

Dalam buku “70 Tradisi Suku Unik Indonesia”, tradisi Tatung berawal dari kedatangan etnis Tionghoa ke Nusantara 4 abad silam. Utamanya suku Khek atau Hakka, dari Cina Selatan hingga Pulau Kalimantan, sebutan untuk Kalimantan.

Sultan Sambas, penguasa Singkawang saat itu, kemudian mempekerjakan pendatang baru untuk bekerja di tambang emas di Montedaro. Selama bertahun-tahun mereka tinggal di desa-desa di Kalimantan Barat.

Suatu hari, penduduk setempat diserang oleh wabah penyakit. Saat itu, masyarakat percaya bahwa wabah penyakit disebabkan oleh roh jahat. Karena tidak ada pengobatan modern di sana, masyarakat Tionghoa perantauan kemudian mengadakan upacara tolak bala.

Ritual ini, dalam bahasa Hakka disebut Ta Ciau. Ta Ciau merupakan cikal bakal tradisi Tatung di Singkawang.

Dalam perayaan Cap Go Meh, Tradisi Tatung dimaksudkan sebagai ritual cuci jalan untuk membersihkan segala kesialan dan roh jahat yang ada di seantero kota. Nah, saat perayaan Cap Go Meh, masyarakat Tatung berkeliling di jalan-jalan Kalimantan Barat, khususnya kota Singkawang.

Sedangkan yang menjadi Tatung tidak sembarangan, biasanya yang bisa menjadi Tatung adalah orang yang memiliki garis keturunan baik ayah atau kakeknya yang pernah menjadi Tatung.

Tidak Bisa Ceroboh, Menjadi Tatung Butuh Pilihan Tegas

Memiliki kekuatan atau kemampuan menjadi seorang tatung secara tidak langsung membuat seseorang dapat mengikuti festival Cap Go Meh Singkawang. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh tatung.

Salah satunya adalah memiliki keabsahan berupa pernyataan dari lurah yang menyatakan bahwa dirinya benar-benar tatung.

Surat pengantar kemudian akan digunakan untuk mendaftar ke sekretariat Tao. Surat tato dari sekretariat Tao akan digunakan untuk pendaftaran Festival Cap Go Meh.

Tanpa sertifikat ini, seseorang yang mengaku sebagai tatung akan dianggap sebagai tatung ilegal.

Tatung Liar tidak akan diperbolehkan mengikuti perayaan Tradisi Tatung, bahkan jika mereka bersikeras untuk hadir, panitia tidak akan memberikan bantuan keuangan.

Karena pawai tatung sudah menjadi bagian dari festival Cap Go Meh untuk menghibur wisatawan, tidak sembarang orang bisa memasukinya. Ada proses seleksi yang harus dilakukan.

Sebab, meski tatung adalah orang biasa yang dirasuki roh, namun mereka memiliki kemampuan khusus tersendiri yaitu kemampuan untuk menjadi penyembuh.

Faktor terpenting yang tidak bisa lepas dari seleksi adalah metode ketertarikan. Apakah mereka akan bertindak sadis, menyeramkan atau menjijikkan. Karena ada tatung yang suka memakan hewan seperti anjing, ular, ayam hidup-hidup saat tampil dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Maka, seleksi dilakukan untuk meminimalisasi kehadiran arwah liar yang memasuki festival. Sampai saat ini tradisi Tatumg masih lestari di Singkawang. Biasanya pertunjukan ini hanya bisa disaksikan saat perayaan Cap Go Meh.