liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Menilik Kisah Pilu di Balik Keindahan Danau Tolire Maluku Utara

Danau Tolire merupakan salah satu destinasi wisata di Maluku Utara, tepatnya danau besar ini berada di kota Ternate. Tak hanya terkenal dengan keindahan dan pesona alamnya, Danau Tolire juga bisa menarik wisatawan berkat legenda yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Dilansir dari situs cultural.kemdikbud.go.id, salah satu kisah masyarakat Ternate yang menjadi legenda dan dikenang hingga saat ini adalah kisah asal usul Danau Tolire.

Nuansa mistis bercampur emosi mewarnai kisah klasik masyarakat Ternate. Berikut adalah ulasan tentang kisah di balik terciptanya Danau Tolire.

Legenda Penciptaan Danau Tolire

Konon Danau Tolire dulunya adalah sebuah desa yang tenggelam karena kutukan dewa. Kampung Tolire dulunya merupakan kampung yang damai dan tenteram seperti kampung-kampung lainnya di Kesultanan Ternate kala itu.

Secara umum, mereka sangat menghormati leluhur mereka. Sebaliknya, ada yang memberikan persembahan sebagai tanda terima kasih kepada dewa yang telah melindungi mereka dari bahaya.

Suatu saat pertunjukan atau upacara adat akan diadakan kembali. Segala kekurangan sesajen yang berkaitan dengan upacara adat telah disiapkan. Masyarakat Kampung Tolire mengenakan pakaian warna-warni untuk menambah kemeriahan upacara adat tersebut. Gong dan tifa serta penari lembut menunjukkan kebolehannya.

Masyarakat Kampung Tolire sedang bergembira tanpa sadar, padahal lurah sudah memberi tahu bahwa pada upacara tadi malam tidak akan ada pelanggaran yang akan menimbulkan murka dewa. Malam tiba dan pesta berjalan lancar. Upacara sesaji yang merupakan upacara adat menjadi penyebab malapetaka bagi setiap orang yang hadir.

Tuak dan miras sudah saling mendominasi, kepala desa malam itu ikut menari bersama massa, tiba-tiba menghilang bersama putrinya.

Kecantikannya yang tiada tara, rambut sebetis, ikat kepala dan gaun berkilauan, membuat kepala desa atau ayahnya sendiri mabuk, dan dia bahkan tidak tahu bahwa gadis yang bersamanya adalah putrinya sendiri.

Hubungan terlarang antara ayah dan anak ini juga diketahui oleh penduduk desa. Ayah dan pemimpin desa yang begitu dihormati itu kemudian diusir dari desa bersama sang putri.

Menjelang pagi di kampung, ada yang bangun karena ingin menyusui anaknya.

Suara ayam berkokok terdengar sebanyak tiga kali, setelah mendengar suara ayam berkokok, tiba-tiba muncul perasaan takut dalam dirinya. Saat itu terjadi gemericik air dan gempa bumi.

Sebagian warga percaya ini adalah hukuman dari Yang Maha Kuasa akibat dosa ayah dan anak. Desa itu terkoyak hingga muncul retakan di tanah dan kemudian muncul air. Air menenggelamkan seluruh desa dan penduduknya. Desa tersebut kemudian menjadi sebuah danau raksasa yang dikenal dengan nama Danau Tolire Agung.

Putri kepala desa berhasil melarikan diri sebelum tenggelam juga. Dia ingin pergi ke pantai. Sebelum berlayar, tanah yang diinjaknya retak-retak dan air naik hingga menjadi kubangan. Ia pun tenggelam dan genangan air ini dikenal dengan nama Danau Tolire Kecil.

Kutukan tidak berhenti di situ. Penduduk desa dikutuk menjadi buaya putih, penjaga Danau Tolire yang agung. Kisah ini telah menjadi legenda di Danau Tolire. Meski demikian, warga mengaku sudah banyak turis maupun warga lokal yang pernah melihat buaya putih di danau tersebut.

Menurut legenda Maluku Utara, ada operator yang bisa memandu wisatawan melihat buaya putih di Tolire. Buaya putih Tolire biasanya muncul di sebelah barat, tempat sang pawang memberikan telur dan ikan. Jika ada yang melihat buaya berdasi merah, berarti wisatawan bisa berbicara dengan buaya tersebut.

Terlepas dari legendanya, danau seluas 5 hektar dengan kedalaman 50 meter ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati keindahan alam Ternate. Bersantai di Danau Tolire lebih asyik ditemani pisang goreng dan air kelapa muda hasil olahan penduduk setempat.