liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Menilik Makna Tradisi Palang Pintu dari Tanah Betawi

Tradisi Palang Pintu merupakan bagian dari prosesi adat pada pernikahan Betawi. Secara linguistik, tradisi ini berasal dari dua kata, yaitu bar dan pintu. Palang dalam bahasa Betawi artinya pembatas agar tidak bisa dilewati orang lain, sedangkan door artinya pintu.

Secara istilah palang pintu berarti membuka pembatas agar orang lain masuk ke suatu area tertentu, biasanya area tersebut memiliki jagoannya sendiri sebagai pembatas dan sering muncul di acara pernikahan.

Mengutip buku Batavia 1740 Meniyak Jejak Betawi (2010) karya Windoro Adi, tradisi Palang Pintu berkembang sejak tahun 1980-an, seiring dengan tradisi ondel-ondel. Dari asalnya, tradisi Palang Pintu dianggap berasal dari Betawi Tengah dan Kota Betawi. Sedangkan Pinggiran Betawi menyebut tradisi Palang Pintu dengan julukan Rebut Dangang.

Tradisi Palang Pintu dilakukan saat rombongan mempelai pria hendak memasuki rumah mempelai wanita. Sebelum konvoi laki-laki masuk, mereka akan dihadang oleh perwakilan perempuan. Dari kedua belah pihak, ada pantun dan pencak silat yang mewakili di depan kedua mempelai.

Di awal akan ada dialog pembuka dan pantun timbal balik. Lambat laun, intonasi punter akan naik dan membuat suasana terasa panas. Meski didandani seolah ingin berkelahi, pantun yang dilontarkan seringkali berupa rangkaian kata-kata yang sarat humor dan mengundang gelak tawa. Setelah itu, johan silat dari pihak putri akan menguji kekuatan dan kemampuan dari pihak putra.

Pertempuran seni bela diri terjadi kemudian di mana pengantin pria akan menang. Mengalahkan lawan perempuan dianggap memecahkan hambatan, maka nama Palang Pintu. Setelah itu, mempelai wanita biasanya meminta mempelai pria untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam mengaji. Setelah semua rintangan terlewati, pihak mempelai wanita akan mempersilakan rombongan mempelai pria untuk masuk.

Palang Pintu merupakan tradisi khas Betawi yang berisi pertandingan pencak silat, adu syair, hingga pengajian dan salam sebagai simbol ujian yang harus dilalui calon pengantin pria untuk membuka pintu keberkahan keluarga pihak perempuan. Melalui acara tersebut, johan mempelai pria harus mampu mengalahkan johan kediaman wanita.

Makna Tradisi Pintu Salib

Bagi masyarakat Betawi, tradisi ini melambangkan besarnya perlindungan orang tua terhadap anak perempuannya sebelum dilamar. Bagi pria, Palang Pintu bisa menunjukkan kesungguhannya dalam membangun rumah tangga dengan wanita pilihannya.

Tradisi Palang Pintu pada masyarakat Betawi muncul dari kebiasaan atau situasi ketika seorang laki-laki ingin melamar seorang perempuan. Tradisi ini digambarkan dengan tindakan melumpuhkan pahlawan di desa calon istri atau saudara kandungnya.

Tradisi Palang Pintu memiliki makna sebagai simbol ujian yang harus dilalui mempelai pria untuk membukakan pintu restu keluarga pihak wanita. Tradisi ini juga bertujuan untuk menguji keikhlasan mempelai pria yang akan membangun rumah tangga dengan mempelai wanita.

Selain membuka pintu perkawinan, tujuan dari Tradisi Palang Pintu adalah untuk menunjukkan kepatuhan terhadap norma adat yang berlaku dalam masyarakat Betawi.

Pada dasarnya, meski sudah menjadi tradisi, dan ambang pintu selalu disiapkan agar bisa dibuka, prosesi tersebut secara simbolis dipandang sebagai pernyataan kesiapan mempelai pria. Ketika Anda melewati ambang pintu, itu berarti pengantin pria siap untuk mengambil semua tanggung jawabnya.

Prosesi buka pintu di Betawi biasanya juga dilengkapi dengan berbagai barang dari pihak mempelai pria, seperti manisan, pakaian, dan bunga kelapa. Ada pula bunga ondel-ondel hingga kelapa yang mengiringi pesta pengantin.

Semua itu adalah medium yang digunakan masyarakat Betawi untuk memahami kehidupan. Misalnya roti buaya yang melambangkan kesetiaan, ondel-ondel sebagai penolak bencana, kemudian bunga kelapa yang melambangkan kebutuhan setiap orang untuk hidup bermanfaat, seperti pohon kelapa yang akar dan buahnya dapat bermanfaat bagi manusia.