liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Menteri Agus Sebut Akan Berikan Insentif untuk Kendaraan Bus Listrik

Kemenperin memastikan pemerintah akan memberikan insentif kepada pengusaha dan pemerintah daerah yang membeli bus listrik. Hanya saja, waktu pemberian insentif tersebut belum bisa dipastikan karena rencana pemberian insentif masih dalam pembahasan.

“Kami pastikan bus listrik mendapat insentif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Media Conference and Industry Review Seminar 2023, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/12/2022).

Agus mengatakan, kebijakan insentif bus listrik dikeluarkan tidak hanya untuk mendorong percepatan industri berbasis listrik di Indonesia, tetapi juga karena biaya pembelian bus listrik relatif tinggi.

“Harga bus listrik rata-rata Rp 1,3 miliar per unit, tapi karena ini untuk kepentingan umum, tentu menjadi perhatian kami,” kata Agus.

Selain itu, kata dia, besaran insentif tidak bisa ditentukan secara pasti dan detail. Pasalnya, kebijakan tersebut berdasarkan benchmarking (standar atau acuan) dari beberapa negara yang lebih maju dalam penggunaan mobil listrik di negaranya masing-masing.

“Kami sedang mempelajari mengapa negara ini memiliki populasi mobil listrik yang begitu tinggi. Kami sedang mempelajari bus ini, seberapa besar insentifnya,” katanya.

Sementara itu, Agus menjelaskan, jika insentif mobil dan sepeda motor listrik diberikan kepada pengguna atau pembeli, maka insentif bus listrik akan diberikan kepada operator bus atau pemerintah daerah setempat.

“Untuk bus, pembelinya bukan masyarakat, melainkan pengusaha atau pemerintah daerah. Sekarang, kami akan menghitung insentifnya secara berbeda,” kata Agus.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mendukung pengembangan bus listrik yang dijalankan beberapa perguruan tinggi. Pengembangan pertama adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Sedangkan pengembangan kedua adalah membuat baterai lebih kecil dan ringan. Sehingga, bus listrik buatan dalam negeri ini bisa lebih kompetitif. “Bus ini bisa kita pakai di dalam negeri dan bisa juga kita ekspor,” ujarnya.

Meski jumlahnya masih sedikit, beberapa kendaraan listrik sudah mulai beroperasi. Berdasarkan catatan Korlantas Polri yang dihimpun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga September 2020 lalu, terdapat hampir 1.500 unit kendaraan motor listrik yang melalui jalan Jabodetabek.

Selanjutnya: Insentif Mobil Listrik >>