liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
VW akan Bangun Enam Pabrik Baterai Mobil Listrik Demi Saingi Tesla

Pembuat mobil Jerman terbesar kedua di dunia, Volkswagen (VW), mengatakan akan membangun enam pabrik baterai listrik di Eropa yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2030. VW sedang dalam proses transisi besar untuk beralih sepenuhnya ke produksi baterai – mobil listrik bertenaga.

Mereka memasang target menguasai 70% pasar mobil listrik di Eropa, 50% di Amerika Serikat (AS) dan 50% di China pada 2030. Saat ini, ketiga pasar tersebut masih dikuasai Tesla.

“Transformasi kami akan berlangsung cepat tidak seperti sebelumnya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) VW Herbert Diess seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/3). “E-mobilitas telah menjadi bisnis inti kami.”

VW tidak merinci jumlah investasi yang dibutuhkan untuk rencana besar ini. Pada Desember 2020 mereka mengatakan siap mengeluarkan sekitar US$ 41,7 miliar (Rp 600,6 triliun, dengan asumsi kurs Rp 14.400 per dolar) untuk e-mobilitas hingga 2025.

Grup VW, yang memiliki 15 merek mobil di bawah portofolionya, lambat untuk dialiri arus listrik. Bahkan pada tahun 2015, grup tersebut mengaku melakukan kecurangan dalam tes emisi diesel di AS dan harus berurusan dengan otoritas China atas kuota minimum kendaraan listrik mereka.

VW akan membangun enam pabrik ini secara mandiri atau bermitra. Kemudian enam pabrik tersebut akan memiliki total kapasitas produksi hingga 240 gigawatt jam (GWh) per tahun.

Pabrik baterai pertama VW akan dibangun bekerja sama dengan perusahaan Swedia Northvolt, dengan kapasitas produksi 40 GWh. Pabrik tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2023.

Sebagai bagian dari kesepakatan, VW akan meningkatkan sahamnya di Northvolt menjadi 20% dan juga mengambil alih saham perusahaan Swedia tersebut dalam membangun pabrik baterai kedua di kota Salzgitter, Jerman pada tahun 2025.

Kemudian VW akan membangun pabrik aki ketiganya di Spanyol atau Prancis atau Portugal pada 2026, lalu satu di Polandia atau Slovakia atau Republik Ceko pada 2027. Sedangkan dua pabrik lainnya baru akan dibangun pada 2030.

Untuk mendukung peralihannya ke kendaraan listrik, VW juga akan membangun infrastruktur pengisian daya secara masif. Kurangnya infrastruktur ini akan menjadi hambatan terbesar untuk transisi.

VW akan bekerja sama dengan produsen minyak British Petroleum (BP), Enel dan Iberdola, untuk membangun sekitar 18.000 stasiun pengisian di seluruh Eropa hingga 2025. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan US$ 477 juta atau sekitar Rp 6,9 triliun.

Di Amerika Utara, VE menargetkan 3.500 titik pengisian daya pada akhir 2021 melalui unit Electrify America. Sementara di China yang merupakan pasar mobil listrik terbesar dunia, VW menargetkan 17.000 titik pengisian daya pada 2025.

Periksa jumlah stasiun pengisian mobil listrik di dunia pada kotak data berikut:

VW, yang tahun lalu mengakuisisi 26,5% saham pembuat baterai China Guoxuan High-tech Co. Ltd., bertujuan untuk menjual lebih dari 2 juta mobil listrik per tahun pada tahun 2030.

Untuk menekan biaya yang timbul dari produksi baterai mandiri, VW akan mengembangkan baterai tipe sel prismatik mulai 2023. Hal ini berbeda dengan desain baterai pada mobil listrik Tesla yang menggunakan sel baterai berbentuk silinder, mirip baterai senter, yang harganya murah. dan mudah diproduksi.

“Kami akan menurunkan biaya sistem baterai menjadi di bawah US$ 119 per KWh. Ini akan membuat e-mobilitas lebih terjangkau dan menjadi teknologi berkendara yang dominan,” kata Direktur VW Thomas Schmall.

Menurut data Benchmark Mineral Intelligence, rata-rata biaya sel baterai untuk mobil listrik saat ini US$ 110 per KWh per Desember 2020.